Skip to main content

ASKEB INVERTILITAS

ASUHAN KEBIDANAN PADA IBU INFERTILITAS
 NY. B DI BPM SINTA TAHUN 2013

Pengkajian oleh : Bidan sinta
Tanggal/pukul : 09 Oktober 2013/09.00 wib

A.    DATA SUBJEKTIF
1.      BIODATA
Nama                           : Ny. bela                     nama                     : Tn. Yogi
Umur                           : 25 tahun                    umur                     : 27 tahun
Suku/kebangsaan        : jawa/indonesia          suku/kebangsaan  :jawa/indonesia
Agama                         : islam                          agama                   : islam
Pendidikan                  : SMA                         pendidikan           : SMA
Pekerjaan                     : ibu rumah tangga      pekerjaan              : karyawan
Alamat                        : jaya indah, plaju       

B.     Keluhan Utama
Pasangan suami istri datang ke bidan dengan keluhan belum mempunyai anak dan ingin memeriksakan keadaannya.

C.     Data Kebidanan
1.      Riwayat menstruasi
Menarche        : 14 tahun                                           sifat                 : cair
Siklus              : 28 hari                                               teratur/tidak    : teratur
Lamanya         : 7 hari                                                 warna              : merah
dismenorhe      : ya, hari pertama

2.      Riwayat Perkawinan
Status perkawinan       : kawin
Umur waktu kawin     : 24 tahun
Lamanya                     : 1 tahun
Perkawinan yang         : pertama

3.      Riwayat KB
Pernah mendengar tentang KB           : pernah
Pernah menjadi akseptor KB              : tidak pernah
Jenis kontrasepsi yang digunakan       : tidak pernah
Lamanya menjadi akseptor KB          : tidak pernah

D.    Data Kesehatan
1.      Riwayat penyakit yang diderita          : tidak ada
2.      Riwayat penyakit keluarga                 : tidak ada
3.      Riwayat penyakit menular                  : tidak ada
4.      Riwayat operasi yang pernah dialami : tidak ada

E.     Data Kebiasaan sehari-hari
1.      Nutrisi
Makan            : 3x sehari (1 porsi nasi+ 1 potong ayam)
Minum             : 6-7 gelas/hari (air putih, soda, teh)
2. aktifitas
Ibu                   : pekerjaan rumah tangga
Suami              : merokok, olahraga jogging
3. aktifitas seksual            : teratur, 2x dalam 1 bulan
4. psikososial
Hubungan dengan suami         : harmonis
Hubungan dengan keluarga    : baik
Keputusan dalam keluarga      : musyawarah

B. DATA OBJEKTIF
1. Pemeriksaan umum
KU   : baik                                                         BB    : 55 kg
TD    : 120/80 mmHg                                         TB    : 156 cm
Pulse : 88 x/menit                                               suhu  : 36, 7oC
RR   : 20 x/menit                                               
2. pemeriksaan kebidanan
a. inspeksi
    muka                       : tidak pucat
    mata                                    : sklera tidak ikterus, konjungtiva merah muda
    mulut                       : gigi bersih, tidak ada sariawan
leher                        : tidak ada pembesaran/pembengkakan pada kelenjar limfe
  tiroid dan vena jugularis.
    Payudara                 : mammae simetris, puting menonjol, tidak ada benjolan.
    Abdomen                : tidak ada bekas luka operasi
    genetalia eksterna    : tidak ada oedema, varises
    ekstermitas             : tungkai simetris, oedema dan varises tidak ada

2. pemeriksaanpenunjang (kolaborasibidandandokter)
Inspekulo
Vagina        : lendirservikslebihkental

II. ANALISA
Diagnosa    : ibu infertil primer
Masalah      : lendir servik lebih kental
Kebutuhan  : ibu dianjurkan ke dr Sp.OG


III. PENATALAKSANAAN
1)      memberitahu hasil pemeriksaan pada ibu dan keluarga bahwa keadaan ibu sehat, namun ibu mengalami keadaan infertilitas (kemandulan), yang dinamakan infertil primer yaitu hubungan suami istri yang sudah melakukan hubungan seksual secara rutin selama ± 1 tahun tanpa menggunakan alat kontrasepsi apapun tapi belum mempunyai anak.
2)      KIE tentang sistem reproduksi
3)      Menganjurkan ibu untuk mengamati lendir serviks yang bening dan semakin mulur serta terjadi peningkatan suhu basal tubuh pada saat masa subur
4)      Menganjurkan ibu untuk melakukan hubungan seksual dengan suami pada saat ibu mengalami masa subur, yaitu pada puncak masa subur yang terjadi pada 14 hari sebelum menstruasi berikutnya
5)      Menganjurkan ibu untuk memenuhi kebutuhan nutrisi terutama yang buerhubungan dengan kesehatan reproduksi, misalnya danging, ikan, telur, kacang-kacangan, buah dan sayuran
6)      Menganjurkan ibu untuk menjaga personal hygine terutama alat kelaminnya dengan cara cebok yang benar, mengeringkan alat kelamin setelah cebok, segera mengganti celana dalam apabila terasa lembab/basah
7)      Menganjurkan suami untuk berhenti merokok
8)      Memberitahu ibu pemeriksaan yang harus dilakukan oleh pasangan infertil yang tidak hanya dilakukan pada istri tetapi juga pada pihak suami
9)      Menganjurkan ibu untuk periksa di dr Sp.OG


Comments

Popular posts from this blog

SAP ( SATUAN ACARA PENYULUHAN ) KANKER SERVIKS ( LEHER RAHIM)

SAP ( SATUAN ACARA PENYULUHA N ) KANKER SERVIKS ( LEHER RAHIM) Disusun Untuk Memenuhi TugasPraktekKomunitas                                          DusunKrajan- DesaBades Pasirian- Lumajang   DISUSUN OLEH: NAMA      : IRMA AFIANTI NIM          : 104.12.072 AKADEMI KEBIDANAN SAKINAH PASURUAN DI KABUPATEN LUMAJANG Jl. Citarum, Suko – Jogoyudan Telp. 085334812313 – 085334812314 Tahun Akademik 2014/ 2015 KATA PENGANTAR Dengan mengucap puji dan syukur kehadirat Allah SWT, karena atas ridho dan hidayahNya, sehingga penulis dapat menyelesaikan  makalah  ini. Maksud dan tujuan dari penulisan makalah ini adalah untuk memenuhi tugas praktek ...

ASKEB MENOMETRORAGIA

BAB I PENDAHULUAN 1.1     Latar Belakang Menomethoraghia adalah perdarahan uterus abnormal yang terjadi baik di dalam maupun di luar siklus haid yang disebabkan oleh gangguan fungsional mekanisme kerja hormon-hormon tanpa adanya kelainan organik alat reproduksi. Menomethoraghia disebabkan oleh ketidakseimbangan hormon estrogen dan progesteron akibat endokrin, misalnya gangguan pada sistem hipotalamus, hipofisis ovarium dan endometrium, selain itu juga akibat gangguan non endokrin misalnya gangguan psikogenik, nutrisi yang kurang dan penyakit sistemik. 1.2     Tujuan 1.2.1         Tujuan Umum Setelah membuat asuhan kebidanan, diharapkan mahasiswa dapat mengerti serta mampu membuat asuhan kebidanan dengan Menomethoraghia. 1.2.2         Tujuan Khusus Adapun tujuan yang dapat kita ambil dari penyusunan asuhan kebidanan ini adalah agar mahasiswa mampu : a.  ...

Cara Merawat Bayi Dalam Kandungan Agar Tetap Sehat.